jump to navigation

Resiko Produksi Massal Juni 24, 2006

Posted by nggedabrus sontoloyo in Cring, Produk.
trackback

Satu hal yang suka dari WordPress.com adalah kemudahan. Segampang Blogspot, tapi bisa punya kategori tanpa di-hack. Untuk urusan diskusi, commenting system juga sudah tangguh, relatif aman dari spam, serta mendukung trackback/pingback.

Cocok untuk orang yang gaptek pemalas yang maunya gratisan seperti saya.

Tapi kemudahan ini ada harganya. Theme yang disediakan bersifat “as-is”. Ndak bisa diutak-utik. Tampilannya jadi seragam tidak bergaya.

Menjengkelkan.

Mungkin ini yang namanya Hukum Resiko Produksi Massal
(terus terang istilah ini saya karang sendiri, maaf kalo ada kesamaan maknawi dengan bidang ilmu lain) :

Produk bagus yang unik, saat diproduksi secara massal akan kehilangan keunikannya.

Ironi.
Njengkeli.
Tidak manusiawi.
Kapitalis.
Tapi realistis.

Layanan nge-cring gampang seperti WordPress.com, Blogspot, dan sekutu-kutunya adalah contoh nyata. McD dan puluhan waralaba lain adalah manifestasi hukum ini di bidang makanan.

Jelas simalakama bagi dunia penge-cring-an yang fana ini. Di satu sisi kita mengejar fatamorgana kemudahan, namun horizon keunikan harus dikorbankan.

Kalo mau unik, ya kudu berani susah.
Juga berani bondho.

Ono rego ono rupo.

Pake domain sendiri, bikin themes sendiri (cuma pastikan pilihan warnanya tidak nyulek moto), instal sendiri, masak sendiri, tapi yang penting jangan makan sendiri.

Pak becak yang biasa mangkal di pasar keputran pernah berkata pada saya :
Mosok murah kok njaluk slamet?

Gusti Pangeran menciptakan dunia sungguh maha adil.
Ndak ada yang namanya unik, gampang, bagus, dan murah.

Komentar»

1. Mbilung - Juni 24, 2006

Gampang, bagus, murah sudah dapet kan? Lha kalo masalah unik rak masalah isi? Njenengan nggrundel sama saya njeplak metune beda. Itu unik.
Sing ndase pecah, sing gombalane mambu, sing dobosane sontoloyo, lepas dari apakah tulisannya itu hajinguk full gayeng lan kemlinthi, kabeh kui yo unik.
Susah? mestinya iya, lha wong kok mbendino dikongkon jujur. Bondho? ah … njenengan iki wis unik kok, nganggo bondho po?

2. Lita - Juni 24, 2006

Halah redundan. Gaptek= gaptek teknologi.
Weleh weleh… bener-bener komunitas Jawa ini. Rodo gak mudeng aku.

3. N/A - Juni 25, 2006

Mbilung
Ngg, maksud saya khusus pada penampakan. Kalo wanito, yaitu pilihan gincu, pupur, dan maskara-nya.
Bukan masalah dapurannya :d

Lita
Act local, think global. Hehe..

4. geblek si pakir benwit - Juni 25, 2006

hahahaha ket roh onok istilah cring
duduk jing kan

Bahasa campur aduk, dari Madiun sampai Manchester. Untuk itu disediakan halaman Glossarium sebagai rujukan sekenanya
btw kenapa harus madiun kok gak kota liane, ada hubungan apa dg sampean ?
ato orang mediun juga

5. nvtriyan - Juli 3, 2006

Tambah susah maneh, dino2 iki, servere WP koyok lagi Down, nyebahi tenan je….😦


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: